Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini diperingati dengan penuh kekhidmatan di lapangan MAN Kota Pasuruan. Upacara bendera yang diikuti oleh Seluruh siswa-siswi kelas X dan kelas XI, serta Bapak, ibu Guru dan Karyawan MAN Kota Pasuruan,Upacara di Hari santri ini mengusung tema khusus yang inspiratif: “JASMERAH JASHIJAU”.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Dra. Masfufah, dalam amanatnya, menekankan pentingnya memaknai sejarah perjuangan bangsa, khususnya peran sentral para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Di hadapan peserta upacara yang sebagian besar mengenakan pakaian khas santri (sarung, baju koko, dan peci), Ibu Masfufah menyampaikan inti dari tema “JASMERAH JASHIJAU” yang digaungkan.
“JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah mencatat, perjuangan kemerdekaan kita tidak lepas dari peran aktif para pahlawan, termasuk dari kalangan santri dan kiai,” ujar Ibu Masfufah dengan tegas. Beliau mengingatkan generasi muda untuk terus mengenang dan meneladani semangat jihad fi sabilillah para pendahulu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lebih lanjut, beliau juga menguraikan makna “JASHIJAU”, yang merupakan akronim dari Jangan Hilangkan Jasa Ulama. “Para ulama adalah pewaris nabi, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membela tanah air. Jasa mereka tak ternilai harganya dan wajib kita jaga serta teruskan perjuangannya,” tambahnya.
Dengan semangat “JASMERAH JASHIJAU”, peringatan Hari Santri tahun ini sukses menggelorakan kembali semangat cinta tanah air dan penghargaan mendalam terhadap jasa para pahlawan dan ulama. Usai upacara, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan kegiatan sosial, merefleksikan semangat kebersamaan dan pengabdian santri untuk negeri.

Beri Komentar